Pada Kajian Islam Ilmiah yang diselenggarakan pada Ahad, 26 Syawal 1445 H / 5 Mei 2024, Ustadz Mubarak Bamu'allim, seorang pembina di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya dan pemateri di Rodja TV, mengangkat tema "Bekal Seorang Mu'min untuk Hari yang Kekal". Acara ini dilaksanakan di Masjid Jami' Al Irsyad Kota Tegal. Dalam paparannya, beliau menguraikan beberapa poin penting terkait persiapan spiritual dan mental bagi umat Islam menghadapi hari kiamat.
Pertama, Ustadz Mubarak menyoroti pentingnya pemahaman bahwa manusia dan jin diciptakan untuk beribadah, yang mengisyaratkan bahwa kehidupan ini bukanlah tanpa tujuan. Beliau juga menegaskan bahwa iman kepada hari kiamat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rukun iman, karena pada saat itu, manusia akan dihisab atas amal perbuatannya.
Selanjutnya, pembicara menyampaikan tentang beragam nama yang diberikan pada hari kiamat dalam ajaran Islam, menyoroti keragaman sifat dan aspek-aspeknya. Beliau mendorong pendengarnya untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dan memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk hari kiamat, karena pada hari itu, amal perbuatan kita akan dihitung.
Ustadz Mubarak juga menekankan perlunya berlomba-lomba dalam kebaikan dan mendapatkan ridho Allah, mengutip ucapan Imam Hasan al Basri yang menekankan bahwa prioritas hendaknya diberikan pada perlombaan dalam kebaikan.
Dalam keterangannya, beliau menjelaskan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang senantiasa berlomba dalam amal soleh, karena kematian bisa datang kapan saja. Seorang mukmin yang cerdas, menurutnya, adalah yang mempersiapkan bekal untuk setelah kematian, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
Ustadz Mubarak juga mengajak para pendengar untuk memahami bahwa kebaikan dunia tidak hanya sebatas rezeki materi, tetapi juga termasuk dalamnya adalah nikmat hidayah. Keberkahan dunia setelah hidayah adalah ilmu yang bermanfaat, dan yang ketiga adalah amal soleh.
Beliau menegaskan pentingnya mengikuti ajaran Islam secara konsisten, mencintai Allah dan Rasulullah, serta menyelesaikan hak-hak antara sesama manusia. Pemahaman akan kewajiban sholat juga disoroti, dengan nasihat khusus untuk wanita yang memiliki masa haid. Di samping itu, Ustadz Mubarak juga mengimbau untuk memperbanyak doa sebagai persiapan mental dan spiritual menghadapi masa depan yang tak terduga.