YPAI - News

Blog Images

Nidaul Irsyad 04:  Allah Bersama Kita

  • Ibrahim Hanif
  • 13 December 2025
  • 39

 Allah Bersama Kita

PDF: https://tinyurl.com/nidaulirsyadtegal04

 

قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهِ اسْتَعِيْنُوْا بِاللّٰهِ وَاصْبِرُوْاۚ اِنَّ الْاَرْضَ لِلّٰهِۗ يُوْرِثُهَا مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ

Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah. Dia akan mewariskannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [ QS.Al-A`rof ; 128]

Setiap saat yang kita lewati dalam hidup ini, terisi dengan berbagai harapan dan target yang ingin kita capai di masa depan. Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila kita memperbarui, dan meningkatkan target resolusi kita untuk tahun 2026. Tujuan utama kita hidup di dunia adalah beribadah hanya kepada Allah , dengan berbagai ciptaan-Nya sebagai sarana penunjang ibadah kita.

Sudah menjadi sunnatullah jika kita terkadang merasa capek, lelah dan semisalnya dalam setiap usaha kita. Karena hidup kita hanya sementara, begitupun dengan kemudahan dan kesengsaraan. Semua orang di muka bumi ini memiliki kesempatan untuk mencapai cita-citanya selagi berusaha dan berikhtiar. Karena itu, alangkah baiknya apabila kita mematangkan rencana kita, dan memasrahkan hasil usaha kita kepada Allah .

 

Berjuang Tanpa Harus Berisik

Mimpi dan cita-citamu adalah bentuk caramu berfikir, bertindak dan mengelola. Kita tidak perlu untuk mengumbar dan menceritakan tentang mimpimu kepada orang lain, tetapi fokuslah dengan impian kita, karena tidak semua orang senang dengan pencapaian orang lain. Kegagalan bukan hal yang harus menghentikan tujuan kita, melainkan bahan bakar untuk maju dengan usaha lebih. Libatkan Allah dalam setiap urusan kita, Allah akan menghargai setiap usahamu, sementara kebanyakan manusia, mereka hanya melihat hasilnya. Allah berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ 

“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah Sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (Kembali setelah) dibangkitkan. (Q.S. Al-Mulk : 15).

Ingatlah selalu tentang janji Allah, libatkan dalam setiap urusanmu, dan pasrahkan hasil kepada-Nya. Allah sang pencipta tak akan meninggalkan hamba yang datang bergantung kepada-Nya. Love language Allah berbeda dengan hamba-Nya, bisa jadi rasa sakit dan ujian yang kamu rasakan saat ini merupakan tanda kasih sayang Allah agar lebih dekat kepada-Nya.

 

Mengejar Sesuatu Tidak Harus Berlari

Mengejar tidak harus berlari, mencapai sesuatu tidak harus sekarang, semua orang mempunyai porsinya masing-masing. Simpan dan kejar secara maksimal targetmu saat ini. Tak perlu merasa takut, karena mencoba itu tak ada batasnya. Allah yang akan mengatur rezekimu, dan kamu akan mengetahuinya, Ketika memperolehnya. Rasulullah bersabda:

مَن أنعمَ اللَّهُ عليهِ نعمةً ، فإنَّ اللَّهَ يحبُّ أن يَرى أثرُ نعمتِهِ على خَلقِهِ

“Barangsiapa telah diberi nikmat oleh Allah, sesungguhnya Allah lebih suka tanda nikmatnya diperlihatkan kepada makhluknya.”  (H.R Ahmad, no.19087).

 

Tak Perlu Berteriak Agar Didengar Orang

Ini saatnya kita untuk merubah mindset, tidak perlu meminta-minta kepada orang lain, apalagi berteriak agar bisa didengar orang lain, sebagaimana banyak kita lihat di media sosial akhir-akhir ini. Manusia itu tempatnya kecewa, sebaik apapun pasti ada rasa untuk meminta timbal balik. Berbeda dengan Allah yang menjadikan segala yang ada di muka bumi ini seluruhnya untuk manusia. Allah  berfirman,

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا

 “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” (Q.S. al Baqarah: 29).

Sebuah ungkapan yang romantis hubungan antara Tuhan dan hambanya, agar hambanya bisa lebih dekat kepada Sang Pencipta. Menjaga hubungan dengan sesama manusia memang penting, namun menjaga hubungan dengan Allah jauh lebih penting. Oleh sebab itu, jaga hubunganmu dengan Allah disaat yang lain sibuk oleh duniannya sehingga melalaikan perintah-Nya.

 

Stop Overthinking!

Ingat sepotong besi bisa rusak karena karatnya sendiri, begitu halnya dengan manusia yang akan rusak dengan pikirannya sendiri. Tak perlu merasa cemas berlebihan dengan masa depan, karena semua ada prosesnya masing-masing. Kita lebih perlu bergantung dan berdoa kepada Allah , dibandingkan overthinking, cemas berlebihan dengan apa yang belum terjadi. Allah akan selalu membersamai hamba-Nya yang mendekat kepada-Nya. Allah akan menolongmu apabila kamu meminta, melalui orang lain, maupun makhluk-Nya yang lain. Allah   akan memberimu rezeki dari arah yang tak pernah kamu duga.

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik, dan merasa cemas dengan apa yang akan datang tak akan ada habisnya. Kamu hanya perlu berusaha, berikhtiar, memohon pertolongan kepada Allah , dan memahami bahasa cinta Allah, agar tak salah paham dengan keputusan dan takdir-Nya untukmu. Wallahu A’lam.